Jiwa Muzik

Ada one taxi driver yang sempat mengomel kepada saya yang orang seni ni lain dari yang lain, mereka dapat appreciate benda – benda seni dan halus. Tak semua boleh macam tue. Special.

Art lovers and activist have an itch to express and to create. Either to fathom their inner workings or their inner demons, the product of their labours will definitely leave our world much much changed after that.

Cumanya, jikalau seni itu begitu penting, kenapa penekanan yg sewajarnya masih tidak dititikberatkan?

Wah ..Wah ..tidak semudah itu untuk menunding jari kan?

Persoalan yang ingin saya usulkan pada entry kali ini adalah berkenaan dengan unsur jiwadalam berekspresi. Seni itu hanya jiwa yang memahami dan menghayatinya.

Orang yg berduit boleh membeli, membayar dan membakar hanguskan sebuah karya seni dengan uwang dan juga tambatan harga. Namun, tak semua hati dapat menangkap apakah elemen tersembunyi yang mampu diungkap oleh sebuah karya seni.

Keindahan seni adalah kemampuannya untuk meruntuk hati dan jiwa. Memadah rasa. Malah menghujat dan mewarna segala rasa yang terungkap dan tersembunyi dalam jiwa – jiwa kita semua.

Apabila kita cuba mendekati dan cuba menjiwai lagu – lagu anak muda pada hari ini, dapatkah kita memahami pergeseran emosi dan ketujahan amarah mereka? Atau ia hanya sugar candy pops yang datang dan pergi? Hanya elemen yang mengisi ruang dan slot bagi stesen2 radio yang ingin terus mengaut untung dari advertising dan juga sponsor2?

Jiwa – jiwa mudah yang rapuh dan tengah berat diuji itu perlu outlet dan opportunitas utk berkarya dan mengejawantahkan segala rasa mereka. Segala harapan mereka. Segala imaginasi mereka. Biar mereka lagukan cinta mereka. Jiwa muda yg ampuh dan berlagu bukan sahaja mampu meratah jiwa – jiwa kering orang – orang tua yg sudah lupa diri malah replacing them with danau ijau yg penuh tumbuhan bak oasis segala harapan untuk mankind sebetulnya.

Jadi, salahnya di mana jika kita memomokkan corong2 radio dengan lagu yg hanya merendah- rendahkan taste dan pemahaman remaja? Kenapakah stesen2 radio terlalu drastik memukal definite clusters of listeners and dictating what you should listen and what you should not ..adakah seratanya ..jiwa muda setuju benar dengan kualitas pengkaryaan muzika pada kala ini?

Mungkin kita yang lupa, bahawa kita juga punya tanggungjawab mulia untuk sama2 menuntun jiwa muda dengan hikmah dan tata tertib yg terpimpin.  Nah, kalau adanya melalui lagu2, maka berlagulah. Tidak salah, namun, biarlah sedap dan enak membuai disamping berlagu nasihat. Tidak salah. Tidak salah langsung.

Yg sulitnya, mencari jiwa itu. Memahami bahasa jiwa itu. lalu, menggunakan kefahaman akan bahasa jiwa itu untuk dibait lagukan utk menyampaikn sebuah pesan harap utk manusiawi dan juga dunia yg akan datang. Puzzle utk jiwa tidak perlu kita rungkai sendirian. Ayuh menggembling usaha dan jangan pernah putus harap.

%d bloggers like this: